Apa ! Rasulullah pernah berdialog panjang dengan iblis ???
Allah
SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui iblis supaya
dia menemui Rasulullah SAW. untuk memberitahu segala
rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmahnya adalah
untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan
juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.
Maka Malaikat itu
pun berjumpa Iblis dan berkata,
"Hai Iblis ! Bahwa Allah Yang Maha
Mulia dan Maha Besar memberi
perintah untuk menghadap Rasulullah SAW . Hendaklah engkau buka
segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah harus
engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jika engkau berdusta walau satu kata pun,
niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan
siksaan yang sangat keras."
Mendengar ucapan Malaikat yang
dahsyat itu, Iblis sangat
ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan
menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10
lembar, panjangnya seperti ekor sapi.
Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga
dijawab oleh Rasulullah SAW . Maka
sambut Iblis ( alaihi laknat ),
"Ya Rasulullah !
Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di
sisi Allah ?"
Maka jawab Nabi dengan
marah, "Hai Aduwullah seteru Allah !
Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana
kau tipu Nabi Adam as sehingga keluar dari
surga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil karena
hasutanmu, Ayub engkau tiup dengan asap beracun
ketika dia sedang sujud shalat sampai dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan
perempuan Urya, Sulaiman meninggalkan
kerajaannya karena engkau menyamar sebagai istrinya dan begitu juga
beberapa Anbiya dan pendeta yang telah
menanggung sengsara akibat hasutanmu.Hai Iblis ! Sebenarnya
salam itu sangat mulia di sisi Allah azza
wajalla , cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya
karena diharamkan Allah . Maka aku kenal baik-baik
engkaulah Iblis , raja segala iblis , setan dan jin
yang menyamar diri . Apa kehendakmu datang menemuiku?
"
Taklimat Iblis ,
"Ya Nabi Allah ! Janganlah engkau
marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat
mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk
memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam
sampai akhir zaman. Ya Nabi Allah !
Setiap apa yang engkau tanya, aku siap menerangkan satu persatu dengan
sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya. "
Maka Iblis pun
bersumpah menyebut nama Allah dan berkata,
"Ya Rasulullah ! Jika aku berdusta
barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu. "
Bila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun
tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati
segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majelis ini
dan menjadi perisai bagi seluruh umatku.
Pertanyaan Nabi (1):
"Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar
musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?"
Jawab Iblis:
"Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku
yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini."
Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan
Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis,
"Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat
merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan
suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena
dicegah oleh Allah. Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku
menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir
karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran agar mereka kuat untuk
memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka ke kafir,
murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar
menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya
bersamaku."
Pertanyaan Nabi (2):
"Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu
kepada makhluk Allah?"
Jawab Iblis:
"Adalah satu kemajuan bagi
perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya,
setengahnya sampai mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua
manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat
durhaka, aku lalaikan dengan harta benda dari emas, perak dan permata,
rumahnya, tanahnya, ladangnya agar hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.
Demikian juga ketika pesta yang
bercampur antara pria dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar
godaan untuk hilang peraturan dan minum arak. Bila terminum arak itu maka
hilanglah akal, pikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan
terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki
sampai ke pekerjaan zina. Bila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah
mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.
Bila mereka teringat akan salah mereka
lalu ingin bertobat atau berbuat amal ibadah, aku akan rayu mereka agar mereka
menangguhkannya. Bertambah keras aku goda agar menambahkan maksiat dan
mengambil istri orang. Kapan kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur,
megah, sombong dan melengahkan amalnya. Kapan pada lidahnya, mereka akan
gemar berdusta, mencela dan mengumpat.Demikianlah aku goda mereka setiap saat.
"
Pertanyaan Nabi (3):
"Hai Iblis! Mengapa engkau
bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak bermanfaat bahkan menambahkan
laknat yang besar dan siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang
dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu?
Siapa yang melanjutkan usiamu?
Siapa yang menjelaskan matamu?
Siapa yang memberi pendengaranmu?
Siapa yang memberi kekuatan anggota
badanmu? "
Jawab Iblis:
"Semuanya itu adalah anugerah dari
Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi
jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun
menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit
ke satu langit yang tinggi . Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat
bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.
Tiba-tiba datang firman Allah SWT
hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun
membantah. Lalu Allah menciptakan pria (Adam) lalu dititahkan seluruh
Malaikat memberi hormat kepada pria itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh
karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya
itu berubah menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian
Allah menjadikan Adam raja di surga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti
Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam
kepada mereka.
Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui
Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari
surga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan
Allah (di Arafah), sampai mereka mendapatkan beberapa orang anak. Kemudian
kami hasut anaknya Qabil untuk membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku
masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari
Kiamat.
Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku
beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala
rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala
dan surga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia
yang lain aripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya
hingga tersesat dengan berbagai kitab bid'ah dan carut-marut.
Tetapi ketika kamu lahir ke dunia ini,
maka aku tidak diizinkan oleh Allah untuk naik ke langit dan mencuri rahasia,
karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit.
Jika aku bersikeras juga ingin naik,
maka malaikat akan melontarkan panah dari api yang menyala. Sudah banyak
bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi
abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas
menghasut."
Pertanyaan Nabi (4):
"Hai Iblis! Apakah yang pertama
engkau tipu dari manusia?"
Jawab Iblis:
"Pertama sekali aku palingkan
iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, kata,
perilaku atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi
pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan
jalanku"
Pertanyaan Nabi (5):
"Hai Iblis! Jika umatku sholat
karena Allah, bagaimana keadaanmu?"
Jawab Iblis:
"Sebesar-besarnya kesusahanku.
Gemetarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh
iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya.
Setengah-setengahnya datang pada setiap
anggota badannya supaya malas sholat, was-was, lupa bilangan rakaatnya,
khawatir pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, selalu ingin cepat habis
sholatnya, hilang khusyuknya - matanya selalu menjeling ke kiri kanan,
telinganya senantiasa mendengar orang berbicara dan suara -bunyi yang
lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang shalat itu agar
dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya
senantiasa ingin cepat habis sholatnya, itu semua menyebabkan kurangnya
pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku
sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman. "
Pertanyaan Nabi (6):
"Jika umatku membaca Al-Quran
karena Allah, bagaimana perasaanmu?"
Jawab Iblis:
"Jika mereka membaca Al-Quran
karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku
lari daripadanya."
Pertanyaan Nabi (7):
"Jika umatku mengerjakan haji
karena Allah, bagaimana perasaanmu?"
Jawab Iblis:
"Binasalah diriku, gugurlah daging
dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya."
Pertanyaan Nabi (8):
"Jika umatku berpuasa karena
Allah, bagaimana keadaanmu?"
Jawab Iblis:
"Ya Rasulullah! Inilah bencana
yang paling besar bahayanya kepadaku. Bila masuk awal bulan Ramadhan, maka
memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan
suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampuni segala dosa yang
lalu dan digantikan dengan pahala yang sangat besar dan tidak dicatat dosanya
selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku adalah segala isi langit dan
bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam
mendoakan ampunan untuk orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa
adalah dimerdekakan pada setiap waktu dari siksa neraka. Bahkan semua pintu
neraka ditutup sementara semua pintu surga dibuka seluas-luasnya, serta
dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang sangat lembut
ke dalam surga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah
datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin,
setan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai
dan dimasukkan ke bawah bumi yang sangat dalam. Di sana pula beberapa azab yang
lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan
dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa
ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di
tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa. "
Pertanyaan Nabi (9):
"Hai Iblis! Bagaimana seluruh
sahabatku menurutmu?"
Jawab Iblis:
"Seluruh sahabatmu juga adalah
sebesar - besar seteruku. Tidak ada upayaku melawannya dan tidak satu tipu daya
yang dapat masuk ke mereka. Karena engkau sendiri telah berkata:" Seluruh
sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka
kamu akan mendapat petunjuk. "
Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu,
aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia
begitu percaya pada mu sampai dia menjadi wazirul A'zam. Bahkan engkau
sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal
kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu
Bakar. Bahkan dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan
anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.
Umar Al-Khattab pula tidaklah berani
aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam
dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang
sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi
engkau telah mengatakan, "Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar bisa
menggantikan aku", karena dia adalah orang harapanmu serta pandai
membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'.
Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak
bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia
penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak
dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi
hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau
mengatakan, "Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab
atau kertas-kertas dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala
Usman mati syahid."
Ali Abi Thalib pun itu aku sangat takut
karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun,
alim orangnya. Jika iblis, setan dan jin memandang beliau, maka
terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah dan beliau
adalah kaum yang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan
kepalanya ke atas berhala. Bergelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan
Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan engkau sendiri berkata,
"Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya." Bahkan dia
menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya. "
Pertanyaan Nabi (10):
"Bagaimana tipu daya engkau kepada
umatku?"
Jawab Iblis:
"Umatmu itu ada tiga macam. Yang
pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama
yang memberi nasehat kepada manusia agar mengerjakan perintah Allah dan
meninggalkan larangan seperti kata Jibril as," Ulama itu adalah pelita
dunia dan pelita akhirat. "Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang
yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal saleh, tawakal
dan kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta
dunia dan dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam
badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti
kehendakku. Jadi dia senantiasa khawatir kepada dunia dan tidak ingin menuntut
ilmu, tidak waktu beramal ibadah, tidak akan mengeluarkan zakat, miskin ingin
beribadah.
Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan
saat diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat
seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Kapan umatmu
terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa khawatir akan hartanya
dan sebagian asyik ingin merebut dunia harta, berbicara besar sesama Islam,
benci dan menghina kepada yang miskin, hartanya untuk jalan maksiat, tempat
judi dan perempuan lacur. "
Pertanyaan Nabi (11):
"Siapa yang serupa dengan
engkau?"
Jawab Iblis:
"Orang yang meringankan syariatmu
dan membenci orang belajar agama Islam."
Pertanyaan Nabi (12):
"Siapa yang mencahayakan muka
engkau?"
Jawab Iblis:
"Orang yang berdosa, bersumpah
bohong, saksi palsu, pemungkir janji."
Pertanyaan Nabi (13):
"Apakah rahasia engkau kepada
umatku?"
Jawab Iblis:
"Jika seorang Islam pergi buang
air besar dan tidak membaca doa pelindung setan, maka aku gosok-gosokkan
najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari."
Pertanyaan Nabi (14):
"Jika umatku bersatu dengan
isterinya, bagaimana hal engkau?"
Jawab Iblis:
"Jika umatmu ingin bersetubuh
dengan istrinya dan membaca doa pelindung setan, maka larilah aku dari mereka.
Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan istrinya, dan bercampurlah
benihku dengan benih istrinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan suka pada
pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu
bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku
yang dahulu makan dari. Meskipun mereka makan, tiadalah merasa kenyang.
"
Pertanyaan Nabi (15):
"Dengan jalan apa dapat menolak
tipu daya engkau?"
Jawab Iblis:
"Jika dia berbuat dosa, maka dia
kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Bila marah
segeralah mengambil air wudhu ', maka padamlah marahnya."
Pertanyaan Nabi (16):
"Siapakah orang yang paling engkau
lebih sukai?"
Jawab Iblis:
Pria dan perempuan yang tidak mencukur
atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40
hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai
seperti pijat pada bulu itu. "
Pertanyaan Nabi (17):
"Hai Iblis! Siapakah saudara
kamu?"
Jawab Iblis:
"Orang yang tidur meniarap /
telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi
menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga
pada waktu zuhur, ashar, maghrib dan isya ', aku beratkan hatinya untuk sholat.
"
Pertanyaan Nabi (18):
"Apakah jalan yang membinasakan
diri engkau?"
Jawab Iblis:
"Orang yang banyak menyebut nama
Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak
tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam."
Pertanyaan Nabi (19):
"Hai Iblis! Apakah yang memecahkan
mata engkau?"
Jawab Iblis:
Pertanyaan Nabi (20):
"Apa lagi yang memecahkan mata
engkau?"
Jawab Iblis:
"Orang
yang taat kepada kedua orang tuanya, mendengar kata mereka, membantu makan
pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, 'surga itu di
bawah tapak kaki ibu.”
Sumber : http://wewq.cba.pl/9315.html

0 komentar:
Posting Komentar